Resume Jurnal Scopus Berjudul "Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Sosial terhadap Pengetahuan Gizi dan Pemilihan Menu di Aplikasi Pesan Antar Makanan"

Di era Revolusi Industri 5.0, Remaja lebih cenderung menggunakan aplikasi pesan-antar makanan online daripada membeli makanan dari warung makan atau restoran, namun sebagian besar makanan dan minuman yang ditawarkan tinggi lemak, natrium, dan nutrisi lainnya rendah. 

Pada jurnal ini membahas tentang pengaruh edukasi gizi melalui media sosial, khususnya WhatsApp, terhadap pengetahuan gizi dan pemilihan menu di aplikasi pesan antar makanan di kalangan remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Bekasi pada tahun 2022 dan melibatkan 111 remaja berusia 14 hingga 18 tahun yang merupakan pengguna aktif aplikasi pesan antar makanan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan tiga kelompok intervensi yang berbeda: audio, poster, dan video. 

Latar belakang

latar belakang penelitian ini berakar dari meningkatnya penggunaan teknologi digital di Indonesia, di mana survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa terdapat 196,7 juta pengguna teknologi digital. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi ini adalah aplikasi pesan antar makanan, yang semakin populer di kalangan remaja. Dengan meningkatnya penggunaan aplikasi ini, penting untuk memastikan bahwa remaja memiliki pengetahuan yang cukup tentang gizi agar dapat membuat pilihan makanan yang sehat. Edukasi gizi yang diberikan kepada subjek didasarkan pada materi dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014. Setiap kelompok menerima materi yang sama, tetapi disampaikan melalui media yang berbeda. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan gizi, serta wawancara untuk mengevaluasi pemilihan menu yang dilakukan oleh subjek di aplikasi pesan antar makanan. Edukasi gizi dilakukan sebanyak empat kali dengan frekuensi satu kali seminggu melalui grup WhatsApp. 

Hasil penelitian

Dalam hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi yang signifikan di antara semua kelompok intervensi setelah diberikan edukasi. Rata-rata skor pengetahuan gizi subjek meningkat secara signifikan (p0,05), yang menunjukkan bahwa semua bentuk media (audio, poster, dan video) memiliki dampak yang serupa dalam meningkatkan pengetahuan gizi. Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa WhatsApp, sebagai platform media sosial yang populer di kalangan remaja, dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk menyampaikan informasi gizi. Dengan menggunakan media yang menarik seperti audio, poster digital, dan video stop motion, edukasi gizi dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Hal ini penting karena remaja cenderung lebih tertarik pada konten yang visual dan audio, yang dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa karakteristik demografis subjek, seperti usia dan jenis kelamin, dapat mempengaruhi hasil penelitian. Dalam penelitian ini, mayoritas subjek adalah remaja perempuan, yang mencerminkan tren penggunaan media sosial di Indonesia. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih spesifik dalam merancang program edukasi gizi yang mempertimbangkan karakteristik demografis dan preferensi media dari target audiens. 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya edukasi gizi yang efektif untuk membantu remaja membuat pilihan makanan yang lebih sehat. Media sosial, khususnya WhatsApp, terbukti menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi gizi kepada remaja. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran gizi di kalangan generasi muda, serta menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dapat ditingkatkan dengan cepat, perubahan perilaku memerlukan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan komprehensif. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi gizi yang lebih efektif di masa depan, yang dapat membantu remaja dalam membuat pilihan makanan yang lebih baik dan lebih sehat. Dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku makan di kalangan remaja, serta mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam menyampaikan edukasi gizi melalui media sosial. Penelitian ini juga membuka peluang untuk kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan penyedia layanan kesehatan dalam upaya meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.


Nama : Ayu Dwi Lestari

NIM   : 24030234038

Prodi : Kimia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU JENDELA DUNIA

STAY SAFE STAY AT HOME